“Datang di sini mau masuk ke dalam kemudian mengambil langkah yang anarkis. Ya jelas kami dari petugas kepolisian harus menghalau itu. Apalagi sudah ada bunyi yang meletus di situ kan kita harus prediksi yang buruk nih, jangan sampai ada sesuatu, ada bom molotov,” kata Jamaludin, Sabtu (18/2) dini hari.
“Kemudian karena massa sudah banyak, ya kita harus tembak gas airmata untuk mengurai itu,” tambah dia.
Disentil ada pembakaran rumah warga, dirinya mengaku ada bunyi dan ada percikan api.
“Karena itu bom molotov, jadi ketika dibakar dilempar dan tidak mencapai sasaran tertentu yang harus terbakar, makanya dia mati sendiri. Tidak sampai ke rumah warga, agak jauh sedikit,” ungkapnya.
Ditanya apakah ada langkah evakuasi warga setempat, Jamaludin mengaku tidak ada.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.