Sejak “dipuji” presiden Jokowi dengan pertumbuhan ekonomi Malut 27%, sejatinya kita jangan terlena. Perut bumi Malut adalah anugerah yang seharusnya membawa kesejahteraan masyarakat Malut. Kemiskinan dan pengangguran tidak lagi berlomba memimpin klasemen atas kemelaratan.
Sejarah yang telah mencatat kemakmuran rakyat Maluku Utara atas rempah cengkih memang tidak terlepas dari peran para sultannya, oleh karena itu di era reformasi birokrasi para kepala daerahlah yang menjadi ujung tombaknya. Semoga. (*)