Alhasil, kebutuhan pangan di Maluku Utara sebagian besar masih diimpor.

“Contoh tomat, rica, dan sayur-sayuran masih impor untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Ia mengaku, petani Maluku Utara tidak fokus terhadap hasil pertaniannya.

“Petani kita memang kurang fokus, contoh hari ini mereka menanam besoknya sudah beralih ke nelayan sehingga tidak fokus,” cetusnya.