Pada kesempatan itu Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman menyatakan, adanya MoU ini sangat penting. Sebab dalam kondisi urgen Basarnas tidak hanya bergerak sendiri melainkan dibantu oleh potensi SAR.
Adanya potensi SAR pun dapat mengurangi risiko kecelakaan atau jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak. Terutama saat sebelum ditangani tim Basarnas.
“Setidak-tidaknya mengurangi risiko dari kejadian kecelakaan,” kata Fathur.
Untuk kesiapan regu penyelam Basarnas Ternate, kata Fathur, sudah dibuatkan satu tim yang telah dilatih melaksanakan public safety diver mekanisme penyelaman di bawah air.
“Kita sudah melaksanakan pelatihan tersebut di wilayah Maluku Utara khususnya di Ternate adalah sejumlah 8 orang untuk yang memiliki sertifikasi public safety diver,” jelasnya.
Selain dari 8 orang itu, rata-rata pegawai di Basarnas Ternate diakuinya sudah memiliki kualifikasi di bidang penyelaman.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.