Tandaseru — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara R Eko Adi Irianto mengaku ada tantangan mewujudkan Kota Ternate sebagai kota rempah.

Hal ini diungkapkan Eko usai mengikuti kegiatan Segitiga Emas Expo ke-2 di Red Corner Resto dengan tema “Memperkuat Kolaborasi, Meningkatkan Ekonomi, Mempercepat Pembangunan.”

“Sudah launching Kota Ternate sebagai kota rempah mudah-mudahan itu digarap dengan serius dan itu melibatkan kabupaten lain di Maluku Utara. Memang memiliki potensi rempah karena terus terang sampai saat ini rempah di Maluku Utara cenderung masih kejayaan masa lalu. Kalau di masa sekarang, ekspor rempah kita tidak tercatat di Maluku Utara. Kalaupun ada ekspor jumlahnya mungkin tidak lagi banyak. Karena itu, kita perlu mengembalikan kejayaan bisnis rempah kita,” jelasnya.

“Kalau sekarang ini mungkin mengembalikan rempah kita nggak cukup dengan produksi pala saja atau kopra, cengkeh tetapi produk turunan itu kami harapkan. Kami dari Bank Indonesia siap mendukung kerja samanya antara daerah ini antara Tidore, Halmahera Barat bahkan lebih lanjut,” tambah Eko.

Ia bilang, tantangannya adalah bagaimana supaya bisa mewujudkan benar bahwa ini kota rempah dan Maluku Utara titik nol rempah. Caranya adalah mewujudkan produk berbahan rempah.