“Saya langsung teriak minta tolong, terus ada warga yang bantu amankan,” ungkapnya.
Ia mengaku, ketiga pelaku pemukulan dalam kondisi mabuk.
“Jadi dorang pukul pe saya itu dorang so mabuk semua,” akunya.
Orang tua korban, Makmun, kepada wartawan menegaskan pihak keluarga tak terima baik atas tindakan penganiayaan terhadap anaknya.
“Jadi saya tara terima kalau anak saya dipukul sampai babak belur. Dan saya juga akan lapor ke pihak kepolisian atas insiden penganiayaan ini,” ucapnya.
SPKT Polres Morotai Briptu Faizal yang diwawancara terpisah membenarkan adanya insiden penganiayaan oknum anggota Brimob dan dua teman lainnya.
“Iya benar, sementara kita visum dulu di RSUD sebagai bukti,” tandas Faizal.
Sekadar diketahui, Bripda FT bertugas di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Desa Kupa-kupa Kecamatan Tobelo Selatan, Halmahera Utara. Saat kejadian, ia tengah cuti dan pulang kampung.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.