Biaya hidup lainnya yang cukup tinggi yakni makanan. Kata Ryz, meski tidak terlalu dipersoalkan, tetapi harga seporsi makanan di lingkar tambang berbeda dengan daerah lain pada umumnya, seperti di Kota Ternate.
Seporsi makanan dengan menu nasi, ikan ditambah sayur dijual dengan harga Rp 25 ribu-Rp 35 ribu.
Ryz pun menduga tempat-tempat usaha di lingkar tambang ini tidak memiliki izin usaha dari pemerintah daerah setempat.
Karena biaya hidup di lingkar tambang yang cukup tinggi maka dalam sebulan, kata Ryz, jika berhemat-hemat pekerja bisa mengirim uang pada keluarganya di rumah kisaran Rp5 juta dan paling sedikit Rp2 juta.
“Gaji 7-10 juta satu bulan, tong (kami) kirim di keluarga 2-5 juta,” ungkap Ryz.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.