Ia menyebutkan, untuk meredam konflik pihaknya menurunkan 2 kompi anggota Polda dibantu 2 kompi TNI.

“Jadi totalnya 4 kompi petugas keamanan. Kami menghimbau agar warga setempat yang berada di Lelilef jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu di luar yang tidak jelas sumbernya dan nantinya akan berdampak pada melawan hukum,” pesannya.

Semmy menambahkan, beberapa hari kemarin pihaknya menandatangani kesepakatan bersama pemerintah daerah, TNI, pejabat desa, dan tokoh masyarakat terkait kejadian lalu sudah dianggap selesai.

“Kalau ada peristiwa baru lagi yang terjadi itu tidak ada kaitannya dengan kejadian kemarin dan jika ada oknum yang mencoba provokasi masalah tersebut maka kepolisian dari Polres Halteng dan Polda Malut akan tindak tegas, dibantu dengan unsur TNI dan pemda,” tandasnya.