Tandaseru — Wakil Rektor III Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, Abdul Kadir Kamaluddin, mengaku kampus tengah memprioritaskan pengembangan pangan lokal.
“Khususnya di rumah produksi ini bukan hanya air mineral kita utama untuk produksi sebagai pendapatan Unkhair. Tapi ada beberapa produk yang diupayakan untuk dilakukan uji laboratorium dan tentang kandungan, kedaluwarsanya ini dilakukan untuk menopang kegiatan Badan Pengelola Usaha (BPU) di Unkhair,” ucap Abdul, Selasa (27/12).
Mantan Dekan Fakultas Pertanian ini menjelaskan, ada beberapa prioritas pengembangan pangan lokal yang dikembangkan untuk menopang BPU Unkhair.
“Seperti sambal roa, sayur lilin dalam bentuk kaleng dan tahapan sudah diuji salah satunya diuji pada sayur lilin, masa kedaluwarsa sampai 1 tahun. Kami juga sudah bicara dengan Kanwil, mereka juga respon yang penting prosedur izin baru dari Badan POM baru kita melakukan MoU. Sasaran kita adalah jamaah haji,” terangnya.
Kantor BPU Unkhair saat ini tengah dibangun di area berdekatan dengan Fakultas Hukum.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.