Oleh: Achmad Syaiful Mujab

Pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara

_______

EKONOMI Maluku Utara bertumbuh pesat sejak awal tahun 2022. Hingga triwulan III tahun 2022, perekonomian Maluku Utara tumbuh sebesar 24,85 persen secara year on year. Kontribusi terbesar dipegang oleh sektor industri pengolahan yang menyumbang 29,46 persen terhadap PDRB Maluku Utara dan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi sebesar 96,65 persen.

Presiden Jokowi memberikan apresiasi namun juga mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan Gubernur Maluku Utara untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.

Di sisi lain, inflasi juga relatif terkendali. Inflasi pada September 2022 sebesar 4,52 persen, sedangkan inflasi nasional sebesar 5,95 persen, dengan kelompok transportasi yang mengalami inflasi terbesar yaitu 26,34 persen.

Dilihat dari berbagai indikator kesejahteraan, semua juga nampak baik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Malut pada Agustus 2022 sebesar 3,98 persen, turun sebesar 0,73 persen dan lebih rendah dari Angka TPT Nasional sebesar 5,86 persen. Rasio gini di Malut pada Maret 2022 sebesar 0,279 poin atau berada dalam kategori ketimpangan rendah dan di bawah ketimpangan nasional sebesar 0,384.

Meskipun jika dilihat dari berbagai indikator makro ekonomi nampak memuaskan, terdapat banyak catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian. Kritik dari berbagai pihak terkait dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi namun sejatinya peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara tidak bergerak signifikan, selalu menjadi pembicaraan hangat dalam berbagai forum tidak hanya forum resmi akademisi maupun birokrat, namun juga pembicaraan masyarakat luas dalam diskursus publik.

Jika dilihat dari sisi struktur ekonomi, sektor industri pengolahan dan pertambangan telah sangat mendominasi dan bahkan mencapai hampir setengah kue ekonomi Maluku Utara.