“Sehingga PAD bisa masuk di Maluku Utara. Nilai pengiriman ekspor ini kalau dua kontainer estimasi sekitar Rp 5 miliar,” ujarnya.
Ia meminta Pemprov Malut lebih memperhatikan kesejahteraan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), terutama di bidang perikanan tangkap.
“Yang pertama kapal-kapal tangkap mereka kalau boleh diperbanyak karena memang nelayan kita cenderung kapal ukuran kecil,” pinta Agus Salim.
Sementara Wakil Gubernur M Al Yasin Ali dalam sambutannya mengatakan, bisnis perikanan tuna sangatlah menggiurkan sebab karena tuna merupakan jenis ikan high migratory dan menjadi primadona hingga mancanegara.
“Indonesia sebagai negara penghasil tuna terbesar memiliki potensi besar merajai pasar tuna internasional. Sebagai negara pengekspor tuna terbesar di dunia, pada tahun 2021 lalu nilai ekspor Indonesia setara dengan 17% dari total nilai ekspor tuna, tongkol, dan cakalang sekaligus paling tinggi di antara negara-negara produsen perikanan laut lainnya,” tutur Yasin.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.