“Kalau dari 3 ribu terus cuma 50 mahasiswa berkunjung berarti agak kurang. Harusnya 200-an mahasiswa berkunjung dalam sehari,” akunya.
Buku yang tersedia di perpustakaan IAIN sendiri sebanyak 33 ribu lebih eksemplar dan 13 ribu judul buku.
Nuraen bilang, untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa, maka ke depan dibuat program bedah buku dan lomba penulisan karya ilmiah untuk mahasiswa. Dengan begitu mereka akan ke perpustakaan mencari referensi.
“Banyak faktor menyebabkan mahasiswa itu minat baca menurun, salah satunya sekarang ini keterbukaan informasi kemudian teknologi. Internet bebas di mana-mana sehingga faktor mahasiswa itu jarang ke perpustakaan. Tetapi kami punya strategi agar mahasiswa datang ke perpus salah satunya ada koleksi digital, sehingga mahasiswa bisa pakai,” terangnya.
Dia berharap mahasiswa di Maluku Utara bisa membawa perubahan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.