Oleh karena itu, Irfan mengimbau agar kepala daerah tidak hanya melayani Presiden dalam kujungannya melainkan menyelesaikan masalah yang urgen di Malut.

“Harus dapat mengungkapkan fakta-fakta atau realitas yang dihadapi masyarakat di daerahnya,” tandas Irfan.

Sekadar diketahui, Presiden Joko Widodo memulai kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9). Ia diagendakan mengunjungi Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat, dan Kota Sofifi, Tidore Kepulauan.