Tandaseru — Polres Ternate, Maluku Utara, mengamankan sekitar 15 mahasiswa dalam demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM yang berakhir ricuh, Senin (19/9). Aksi dilakukan di depan kampus FKIP Universitas Khairun.
Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan, pengamanan demo sudah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir. Jika biasanya aksi berlangsung aman dan tertib, hari ini tiba-tiba massa bertindak anarkis sampai melebar dan ada korban.
“Sehingga seperti yang saya sampaikan pengamanan di sini pun ada aturannya. Dilarang menyerang petugas yang sedang bertugas, dilarang provokasi. Setiap aksi unjuk rasa ada izinnya namun hari ini tidak ada izinnya,” ucapnya.
Menurutnya, massa aksi telah diimbau untuk bertindak sesuai aturan.
“Siapa bertindak apa, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.