WOI baru terbentuk pada 2017. Namun anggota komunitasnya sudah terhitung banyak.
“Jadi tujuan kami ke Pulau Morotai ini, pertama memang sudah direncanakan oleh Founder WOI Pak Nanang Sukarna, bahwa di Morotai ini ada peristiwa Perang Dunia ke ll yang unik, tersembunyi dan terkesan kita saksikan,” sambung Hardiyanto.
Setibanya di Makassar, touring dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Sulawesi Utara. Willys Hardiyanto keluaran 1944 pun akhirnya mengaspal setelah dua hari melaut.

“Kami melewati Pare-pare, Toraja, setelah itu kita ke Palopo,” kisah Hardiyanto.
Salah satu tantangan dalam perjalanan itu adalah melewati wilayah Gunung Latimojong di Enrekang. Jalannya menanjak tinggi. Kendaraan sepuh mereka dipaksa melaluinya.
Tak hanya sukses melewati Latimojong, jip Willys mereka bahkan membantu menarik mobil warga yang mogok di kawasan hutan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.