Pertanian di bidang holtikultura ini kata Thamrin, hasilnya sangat menjanjikan bagi petani jika dibandingkan dengan tanaman perkebunan atau musiman.

“Olehnya saya mengambil judul itu dalam rangka mempercepat proses produksi kaitan dengan ketersediaan,” ungkapnya.

Di tahap awal melaksanakan tugas proper ini, Thamrin mengaku telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait sosialisasi peraturan wali kota tentang penetapan area holtikultura dan penetapan zonasi pertanian berbasis wisata.

Pelaksanaan FGD yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Khairun Ternate, pada Selasa (30/8) dihadiri Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, Ir. Lily Ishak, M.Si.,M.Nat.Res,.PhD maupun pihak terkait.

Selain FGD, Thamrin juga melakukan MoU dengan Fakultas Pertanian Unkhair.

Sementara dari judul proper yang dipilihnya itu sudah mulai diterapkan di sejumlah lahan pertanian holtikultura, seperti yang ada di Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat.

Di atas lahan kurang lebih 3 hektar tersebut sudah ditanami berbagai jenis tanaman holtikultura seperti tomat,  cabai, terong dan maupun beberapa jenis sayuran hijau.

“Jadi kawasan di Loto itu nanti akan menjadi kawasan untuk percontohan yang inshaa Allah nanti kita merambah di seluruh wilayah di Kota Ternate,” ungkap dia.

Lahan pertanian kawasan Loto di tahun ini juga akan dibuat menjadi kawasan Argo Wisata.

Program ini merupakan kolaborasi program kegiatan antara Dinas Pertanian Kota Ternate dengan Dinas Pariwisata Kota Ternate.

Dimana nantinya, untuk sejumlah fasilitas wisata akan dibangun oleh Dinas Pariwisata, sedangkan Dinas Pertanian fokus pada penanaman tanaman holtikultura.

Harapannya dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya petani.