Ia bilang, kelompok ini juga nanti jadi titik urban farming yang digagas Distan saat ini.
“Tomat ini cuman tiga bulan panen rata-rata seperti itu dan mereka selama ini pengembangan di perkebunan tanaman tahunan. Mendingan kami geser ke tanaman hortikultura apalagi sayur-mayur itu hanya sebulan. Di lahan sekecil ini berikut kita arahkan dengan tanaman cabe,” jelasnya.
Thamrin menambahkan, fasilitas yang dibantu Distan antara lain kandang jepit, rumah pembuatan kompos, hingga pemanfaatan lahan pemerintah.
“Harus kita rangsang bahwa pertanian itu tidak mahal. Tapi, manfaat cukup besar sehingga ini mau dipacu. Kita akui ketersediaan lahan tidak terlalu besar seperti kabupaten lain tapi paling tidak mencapai sasaran produksi 40 persen itu sudah cukup lah. Kelompok Tani Bina Makmur di atas 10 orang dengan lahan setengah hektare,” akunya.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Maluku Utara R Eko Adi Irianto mengungkapkan BI sebagai anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate mendukung kegiatan ini.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.