Makhruf pun berusaha menelepon orang-orang Kantor Perwakilan mempertanyakan rencana penjemputan. Sayangnya tak ada respon.
Sopir Kantor Perwakilan juga dihubungi. Si sopir mengaku tak berani menjemput lantaran ada tekanan dari Pemda Morotai.
Mendengar alasan yang tak rasional itu, Makhruf menelepon Luksi
Setelah mendengar alasan yang tak rasional itu, Asep kembali menelepon Kepala Perwakilan.
“Ibu Luksi bilang ke saya bahwa tidak bisa anak-anak nginap, soalnya ada Pak Aeb punya anak yang tinggal di sini. Kemudian saya sampaikan di Ibu Luksi, kan anak-anak kami hanya numpang beberapa hari saja. Mendengar jawaban Ibu Luksi lalu saya berpikir ini harus bikin bagaimana, sedangkan anak-anak di sana ini masih SMP. Sudah tentu mereka akan bingung,” Makhruf.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.