Tandaseru — Animo masyarakat Kota Ternate menggunakan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbilang masih minim.

Hal ini diungkapkan Kepala Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Maluku Utara Trisno Sumaryadi, Sabtu (20/8).

Ditemui usai sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan standardisasi pembayaran menggunakan QR code kepada puluhan majelis taklim Kota Ternate, Trisno menjelaskan BI selalu mengedukasi masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan QRIS.

“Semakin banyak masyarakat nanti menggunakan QRIS maka semakin banyak masyarakat yang akan paling nggak terhindar dari pemalsuan uang. Karena kalau sudah pegang QRIS maka aman. Kalau uang tunai dan digital itu masih saling melengkapi antara digital dan tunainya,” ungkapnya, Sabtu (20/8).

“Memang, kadang-kadang di Ternate sendiri penggunaan QRIS masih belum maksimal. Kami selalu mendorong toko, Hypermart, swalayan yang lebih modern lagi untuk memaksimalkan penggunaan QRIS,” jelasnya.