Pada awal 1998, Dedy naik kapal selama 5 hari menuju Yogyakarta. Ia hendak melanjutkan kuliahnya di Kota Gudeg itu.
“Saat itu lagi krismon,” tuturnya, Sabtu (6/8).
Ketika naik kapal, Dedy mengisi tasnya dengan sebuah bola. Kala itu, ia memang masih begitu senang main bola.
“Suatu saat, diberi pilihan sama bapak mau kuliah atau main bola, harus pilih. Kalau mau kuliah maka bola hanya hobi. Tapi kalau mau main bola, berhenti kuliah. Syukurnya saya ambil keputusan lanjut kuliah. Kalau saya ambil sepak bola saat itu maka hari ini situasi pasti beda,” ujarnya.
Awalnya, Dedy mendaftar di jurusan Geodesi salah satu kampus. Gagal. Ia lalu mengayuh sepeda menuju kampus lain.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.