Untuk jaminan asuransi tersebut, kata dia, akan diberikan kepada ahli waris dengan jumlah per jiwa Rp 224 juta. Bahkan anak-anak nelayan tersebut akan dibiayai sampai ke perguruan tinggi.

“Upaya-upaya pencarian sudah dilakukan mulai dari titik yang terdekat sampai terjauh. Bahkan upaya koordinasi juga dilakukan dengan pihak TNI AL. Sudah di.onitor juga lewat radio melalui kapal-kapal ikan yang beroperasi di sekitar perairan pasifik,” imbuhnya.

“Kita coba menggunakan teknologi, misalnya satelit. Tetapi agak sulit, karena armada yang digunakan nelayan armada kecil. Sebetulnya ada teknologi dari satelit yang kemudian biasanya digunakan untuk SAR. Itu kita bisa tahu titiknya sesuai dengan kondisi parameter. Cuma itu tergantung dari data yang kita miliki sehingga bisa deteksi sampai ke armada-armada yang jauh,” tandas Yoppy.