Per bulan, tiap rumah dikenakan pembiayaan Rp 50 ribu. Saat ini sudah 50 rumah yang mendaftaran diri dalam program Distro Sampah.

“Memang kalau dilihat Rp 50 ribu masih tergolong mahal, namun yang menjadi progresnya karena sampah-sampah tersebut ada pola pemberdayaan, terutama pergerakan anak muda Koloncucu yang cukup aktif menyuarakan soal isu lingkungan. Yang menjadi mahal karena kami mencoba membawa kampaye lingkungan terhadap budaya kebersihan di Lingkungan Koloncucu yang terbagi dalam 19 RT/RW. Meski belum semua RT, setidaknya pergerakan ini sudah dimulai, karena memang persoalan sampah ini sangat krusial di tengah-tengah masyarakat, dan kami warga Koloncucu sudah memulai. Semoga juga menjadi trigger bagi kelurahan lainnya,” harapnya.

“Kami juga berterima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah menyumbangkan 2 kendaraan roda tiga dan 100 tong sampah yang akan dibagikan kepada masyarakat. Kami sudah launching program Distro Sampah, dan siap ambil peran sebagai kontribusi untuk menangani dan berperang melawan sampah di masyarakat, terutama untuk merawat hal-hal kecil dan merespon bagaimana semesta bekerja,” pungkas Zandry.