Tandaseru – Persoalan sampah di Kota Ternate, Maluku Utara, hingga kini masih jadi pekerjaan rumah besar. Hampir setiap sudut kota dapat ditemukan sampah-sampah berceceran hingga ke jalanan.

Kesadaran masyarakat akan dampak sampah terbilang masih minim. Karena itu, pemuda Lingkungan Koloncucu  Kelurahan Toboleu, Ternate Utara, melakukan edukasi sampah.

Program yang dilakukan tergolong unik dan memiliki nilai empati untuk masyarakat, nilai kesadaran akan sampah yang kemudian dioptimalkan dalam bentuk Distro Sampah.

Tempat sampah yang siap dibagikan ke rumah-rumah warga. (Istimewa)

Pemuda Koloncucu Zandry Aldrin sekaligus penggagas Distro Sampah ketika ditemui tandaseru.com menyatakan Distro Sampah merupakan program penanganan sampah yang berawal dari partisipasi anak-anak muda.

“Kenapa namanya distro? Karena memang biar lebih akrab dengan anak-anak milenial. Jadi ada branding juga soal sampah bahwa anak muda juga terlibat dalam kesadaran terhadap sampah, mau terlibat langsung dalam menjaga kebersihan di lingkunganya,” tuturnya, Sabtu (23/7).

“Edukasinya sederhana, kita mulai dari kelurahan dulu. Optimalisasi dari pemuda agar kita tunjukkan kesadaran pemuda terhadap sampah. Jadi tidak harus sedikit-sedikit pemerintah. Inilah bukti bahwa pemuda juga bisa,’’ sambung Zandry.