Thamrin bilang, tidak semua kelompok tani mendapat dukungan Distan. Sebab, jumlah kelompok tani sekitar 200 lebih di Kota Ternate namun tidak semuanya aktif menanam.
“Saya tidak mau petani ketika kita kasih bibit mereka tidak mau tanam, nah jadi fokus saya itu ke petani yang sedang fokus menanam-menanam, yang aktif, saya tidak mau yang tidak aktif,” cetus dia.
Sementara itu, dari sisi kemampuan petani mendukung pasokan stok kebutuhan pasar di Kota Ternate, tambah dia, hal tersebut bukanlah ranah tupoksinya.
Meski begitu, dari lahan pertanian yang terbatas petani di Kota Ternate setidaknya dapat ikut memenuhi tambahan stok selain hasil pertanian dari daerah penghasil lainnya.
“Paling tidak 20-30 persen itu sudah bisa lumayan lah untuk bisa meng-cover (kebutuhan pasar) dan itu saya tidak urusan pasar tetapi bagaimana petani ini digenjot terus, pokoknya selalu menanam,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.