Namun dirinya lah yang mengamankan Kepala Bagian Protokoler Abdul Karim dan Asisten 1 Muchlis Bay saat warga marah atas upaya pemda menjemput Rusli.

Wanita yang belum lama kehilangan suaminya itu merasa sikap Umar tak etis. Sebagai pejabat publik, ia harus bisa menjaga sikap dan menempatkan diri.

“Pemerintah kalau so bikin begitu terhadap masyarakat, torang sangat kecewa. Seharusnya Pak Bupati panggil saya di ruangan baru tanyakan, bukan marah di muka umum. Kalau seperti ini, Bupati menganggap saya sebagai musuh. Saya ini orang tua, bukan anak kecil,” ujarnya sembari berlinang air mata.

Diterpa kecewa, pedagang BUMDes Muhajirin di Kantor Bupati itu juga mengaku siap jika Bupati memutuskan mengeluarkannya dari BUMDes.

“Saya juga sudah siap, kalau dikeluarkan dari BUMDes,” tandas Usna.