Pernyataan Umar ini menyentil soal momentun penjemputan mantan Bupati Rusli Sibua di Bandara Leo Wattimena.

Saat itu, warga melarang perwakilan pemda menjemput Rusli dengan alasan kedatangannya di Morotai untuk agenda keluarga.

Setelah memarahi Usna, Umar langsung masuk ke ruang kerjanya. Sementara Usna tak kuasa menahan airmatanya.

“Saya koordinasi soal utang para ASN ke Pak Bupati. Saya bilang saya batagih utang tapi tara dapa. Pak Bupati, saya pe laki meninggal kong pe hajat 30 malam,” ucap Usna kepada awak media yang menenangkannya.

Usna mengakui saat penjemputan Rusli Sibua ia berada di bandara.