Untuk mewujudkan upaya-upaya ini, sambungnya, diperlukan strategi yang matang guna mendorong percepatan pembangunan di daerah ini. Strategi tidak hanya terfokus pada perencanaan pembangunan, tapi juga pada pelaksanaan pembangunan, hasil pembangunan, dan pemanfaatan hasil pembangunan.
“Pendekatan yang dilakukan adalah mendorong terciptanya inovasi dan perubahan paradigma birokrasi secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas oleh semua komponen birokrasi secara bersama-sama, dan melibatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan perubahan-perubahan tersebut,” akunya.
Pendekatan-pendekatan ini, lanjut Ramli, harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan keberanian mengambil risiko, baik secara personal maupun kelompok, untuk mau berubah ke arah yang lebih baik.
Agar apa yang dihasilkan bisa memberi dampak dan manfaat yang besar, bagi masyarakat dan daerah ini.
“Karena untuk mewujudkan suatu daerah yang berkembang, suatu daerah yang maju, suatu daerah yang mandiri, seluruh komponen harus berani mengambil risiko untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Tanpa upaya-upaya ini, maka daerah akan berada pada kondisi stagnan, dan sulit untuk berkembang. Sehingga inovasi merupakan suatu keniscayaan, yang harus ada dalam semangat kita, dan terus dipacu, agar cita-cita mewujudkan daerah yang maju akan tercapai,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.