Menurut Cahyo, pemuda-pemuda Desa Fatcei itu hendak kembali usai menyaksikan pertandingan sepak bola yang diselenggarakan mahasiswa STAI Babbusalam Sula di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara.

Di Desa Mangon, para pemuda ini mengaku dilempari batu.

“Tapi fakta pemuda Desa Fatcei ini dilempari itu belum kami ungkapkan, tapi nanti Reskrim akan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi untuk mengetahui kebenarannya,” ujar Cahyo.

Sementara itu, kata Cahyo, Polres Sula sudah memeriksa beberapa saksi terkait kronologi meninggalnya warga Desa Mangon tersebut.

“Sudah ada tiga saksi yang diperiksa, mudah-mudahan semuanya kooperatif dan terduga yang melakukan kekerasan bisa terungkap,” terang Cahyo.

Selain itu juga, ia menambahkan, warga Desa Mangon juga berharap ada jaminan terkait keselamatan warga saat melakukan aktivitas di luar maupun saat melintas di Desa Fatcei.