“Bahkan terkesan diam di tempat dan pasif,” tambahnya.

“Kendala saat ini pun simpang siur antara Dinas Sosial dan Keuangan,” sebut Fahmi.

Ia berharap Pemerintah Daerah dalam mendorong Banau sebagai Pahlawan Nasional. Sebab targetnya dokumen Banau harus diusulkan November mendatang.

“Kami berharap TP2GD juga harus proaktif karena masih banyak kerja-kerja pengumpulan administrasi yang harus kita lakukan. Bahkan hal itu belum dilakukan sama sekali. Kami juga pertegas kepada Ketua TP2GD, dalam hal ini Pak Sekda, harus proaktif. Harga mati Banau harus diusulkan di tahun ini,” pungkasnya.