Tandaseru — Keberadaan bendi di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mulai terkikis perkembangan zaman. Meski begitu, moda transportasi yang satu ini masih banyak diminati warga dan menjadikannya sebagai alat transporasi primadona, lantaran aktivitasnya dianggap ramah lingkungan dan bebas polusi.

Nah, bagi anda yang ingin berlibur bersama sanak keluarga menggunakan bendi, ada tarifnya.

“Untuk liburan keluarga misalnya keliling tarifnya Rp 100 ribu, sementara untuk penumpang biasanya disesuaikan dengan jarak tempuh. Tapi paling rendah Rp 30 ribu sekali jalan,” ujar Abjan Ibrahim, penunggang bendi asal Ternate, Senin (16/5).

Tandaseru.com sebelumnya telah mengulas artikel dengan judul “Kejayaan Bendi di Kota Ternate yang Tergilas Zaman”. Seperti yang kita ketahui bersama alat transportasi menjadi kebutuhan utama manusia di era sekarang ini, maka tak heran jika perkembangan transporasi terus dikembangkan mulai dari kendaraan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga yang terbaru kendaraan listrik.
Meski begitu, di Kota Ternate masih ada satu moda transporasi yang dipertahankan keberadaannya secara turun-temurun sejak 1983 hingga sekarang.

Berbeda dengan pemandangan di tahun 1980-an, keberadaan bendi di Kota Ternate mulai tergilas zaman ketika semua aktivitas lebih cenderung menggunakan transportasi kekinian.

Abjan mengaku, menunggangi bendi merupakan pekerjaan yang digelutinya sejak 1983. Uang yang dihasilkan dari menunggang bendi tergantung pada jumlah penumpang.