Tandaseru — Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, melalui Dinas Kebudayaan bakal mengusulkan tiga macam kearifan lokal sebagai warisan budaya tak benda asal Ternate ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate Sarif H Sabatun mengatakan, ketiga macam kearifan lokal yang telah dibuatkan risetnya oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate ini di antaranya Tuala Lipa, Fere Kie dan Ngogu Adat.

Sarif bilang, secara pengertian Tuala Lipa adalah penutup kepala atau kopiah yang dipakai oleh prajurit Kesultanan Ternate yang berwarna kuning. Prajuritnya sendiri disebut dengan baru-baru.

Fere Kie yang merupakan bahasa daerah Ternate dengan arti mendaki gunung, adalah tradisi ziarah ke makam keramat yang disebut jere yang ada di puncak Gunung Gamalama.

Sementara Ngogu Adat atau makanan adat adalah sajian makanan adat yang dibuat pada saat warga Ternate melaksanakan hajat, seperti saat acara pernikahan secara adat.

“Proses kajian riset itu sudah dilaksanakan Bappelitbangda, tinggal diserahkan ke kita. Setelah sudah diterima hasilnya baru menunggu tindaklanjutnya,” ucapnya.

Menurut dia, karena pendaftaran ke Kemendikbud biasanya dibuka di awal tahun pada bulan Februari maka kemungkinan usulan tiga warisan budaya tak benda itu diupayakan alokasi anggarannya pada APBD Tahun 2023.

Sementara saat ini, untuk presentasi ke tingkat provinsi pun masih harus menunggu anggaran APBD perubahan 2022.

“Tiga warisan itu harus didaftar supaya menjadi hak paten dari Ternate. Sebenarnya ada 60 lebih, hanya saja baru 3 dibuat kajian riset,” tandasnya.