Namun, secara faktual apakah festival memberikan efek sebagaimana diteorikan patut diuji kebenarannya. Untuk itu pemerintah daerah harus memiliki data efek positif dari penyelenggaran festival tahunan dan mempublikasikan capaian atau hasil evaluasi keberhasilan festival-festival sebelumnya yang pernah dilaksanakan. Dengan demikian trust, integritas dan kompetensi pelaksana atau pengelola festival akan mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam amatan saya, selama beberapa tahun terakhir desain pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai, termasuk pembangunan pariwisata, pemerintah daerah masih memandang rakyat hanya sebagai objek pembangunan bukan sebagai subjek dan objek sekaligus. Padahal, sejatinya pembangunan harus melibatkan masyarakat karena esensi pembangunan adalah untuk kesejahteraan rakyat sehingga rakyat perlu dilibatkan secara langsung dan juga pembangunan pariwisata harusnya dilaksanakan secara terstruktur dengan semangat kolaborasi, inovasi mulai rakyat, pemerintah dan pelaku usaha serta akademisi yang direncanakan secara sistematis dan hasilnya harus dapat diukur.
Sebab harus disadari bahwa pariwisata merupakan kegiatan yang multidimensi dan multidisiplin sehingga rangkaian kegiatan kepariwisataan harus dimulai dengan perencanaan, implementasi, dan pengendalian/pengukuran secara berkelanjutan dan komprehensif.
Kini tiba saat Pemerintah Daerah Morotai kembali menyemarakkan festival tahunan tahun 2022 dengan nama dan jenis kegiatan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sungguh sebuah kebijakan program dalam bidang promosi wisata yang patut diapresiasi. Namun terasa festival yang digagas tersebut begitu melebar. Bahkan menjauh dari suasana kebatinan masyarakat.
Di sana sini terlihat rakyat diposisikan sebagai pihak yang terpisah atau pasif, sementara di lain sisi pemerintah memposisikan dirinya sebagai pemilik tunggal event festival, sehingga tidak mengherankan jika festival tidak memberikan dampak yang mengakar di masyarakat.
Ke depan pemerintah daerah harus dapat memberi ruang bagi elemen strategis untuk ikut serta untuk meneropong arah atau desain pembangunan pariwisata Morotai dengan jalan urun rembuk bersama membangun pariwisata Morotai karena jika tidak dan pengelolaan pariwisata sebagaimana terlihat saat ini dibiarkan terus-menerus terjadi maka muncul pertanyaan mendasar dari publik selamanya, mau dibawa ke mana pariwisata Morotai, serta penyelenggaran festival tahunan berbiaya ratusan juta siapa yang diuntungkan? Waullahualam. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.