Menurutnya, hampir sebagian masyarakat Rum tahu cara pembuatan nasi jaha. Tapi berdasarkan catatan di lapangan pembuatan ini sudah turun temurun.
Bila ditelusuri, yang masih aktif dan mewariskan pembuatan nasi jaha di Kelurahan Rum dapat ditemui di RT 03, RT 02, RT 01 maupun di RT lainnya untuk mempertahankan nasi jaha sebagai menu kesukaan masyarakat Maluku Utara. Menu ini familiar di mana-mana dan mudah dijangkau ketika lagi bepergian di suatu tempat atau daerah. Sementara di pasar tradisional seperti di Ternate, maupun pasar yang berada di setiap daerah menjual nasi jaha dengan jenis yang berbeda.
Ketika berdiskusi dengan Redys yang juga senior saya, ia bilang pelaku pembuatan nasi jaha di Kelurahan Rum sudah turun temurun.
“Bahkan torang (kami, red) punya ajus (mama, red) dikatakan generasi ketiga, karena sejak lama mewarisi pembuat nasi jaha sampai sekarang,” paparnya. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.