“Ada juga pasir vulkanik, dan diameter batu terdiri dari bolder hingga bongkah, namun ada juga kerikil,” terang Abdul Kadir.
Hal menarik lainnya, tebing pusat erupsi Gamalama Tua ini bisa dijadikan tempat panjat oleh pemanjat nasional.
“Bisa dijadikan tempat edukasi, wisata riset dan sport tourism, dan benar-benar dimanfaatkan secara ekonomi akan terbangun,” imbuh Abdul Kadir.
Lava Collapse ini bakal menjadi salah satu sentra geopark dan warisan geologi baru yang diseriusi pemerintah setempat mulai 2019. Proyek ini sempat terhenti di 2020 karena pandemi Covid-19, lalu digagas kembali di 2021.
“Secara pribadi saya menilai rencananya dijadikan aset wisata itu sangat cepat perkembangannya, dan pemerintah kota sangat serius dalam menanggapi hal ini,” jelasnya.
Maka melalui Bappelitbangda, dan surat pengantar dari Gubernur Malut, kawasan ini bakal diusulkan sebagai sentra warisan geologi. Abdul Kadir berharap pemerintah kota segera mempunyai regulasi dalam melindungi warisan geologi tersebut.
“Pemerintah harus segera ada regulasi yang melindungi warisan geologi (geopark site) sehingga tidak dirambah para juragan perumahan. Karena selain unik dari proses pembentukannya, kawasan warisan geologi juga sebagai kawasan resapan air tanah yang baik,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.