Tema Natal tersebut harus menjadi motivasi dan inspirasi bagi umat Kristiani untuk menyatakan kasih Kristus lewat tindakan nyata, bukan sekadar pajangan bertuliskan di spanduk menghiasi dekorasi, atau memuatnya di laman story media sosial. Selain itu pemaknaan Natal bukan sekadar mengecat rumah, membeli kado, mendekorasi rumah yang dipenuhi dengan bahan toko, dan juga menyiapkan makanan yang banyak.

Sebagai upaya meneladani kasih Kristus, mewujudkan makna Natal di tengah keprihatinan pandemi ini adalah dengan cara meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama anak bangsa. Solidaritas akan memunculkan rasa persaudaraan dan saling memiliki, yang akhirnya menggerakkan setiap orang untuk memperjuangkan segala kepentingan bersama.

Dalam pandangan penulis ketika membaca isi pesan dari tema Natal tahun 2021, bahwasanya yang menjadi penekanan sekaligus harapan yaitu “kerja sama di antara kita”. Kerja sama dapat kita wujudkan dalam upaya sebagai berikut.

Pertama, setiap orang berupaya untuk mengedepankan rasa hormat dan sikap rendah hati di tengah masyarakat yang pluralis, dan menanggalkan perilaku yang dapat memecah belah hidup persaudaraan. Perbedaan keyakinan yang ada merupakan sebuah keniscayaan, oleh karenanya perbedaan itu baiknya diapresiasi sebagai suatu kekayaan bersama. Sehingga menjadi semangat mengokohkan persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa.

Kedua, kekristenan harus membaur dengan masyarakat. Terutama dampak pandemi, tidak sedikit orang mengalami kesulitan. Sehingga ini kesempatan untuk berbuat baik, menolong meringankan beban sesama. Beragam inisiatif dapat kita wujudkan, yaitu berbagi kasih dengan melakukan penggalangan dana dan pemberian bantuan bahan pokok bagi mereka yang terdampak.