Saat ini, permintaan terhadap UPB mengalami kenaikan terbesar yakni sebesar 20%. Kebutuhan UPB tersebut disinyalir untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM pada saat hari libur Nataru di mana pada hari tersebut perbankan tidak beroperasi.
“Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, kami telah menyiapkan uang yang layak edar sejumlah Rp 1,73 triliun yang akan didistribusikan ke masyarakat melalui penarikan perbankan,” jelas Hario.
Selain itu, BI menyiapkan beberapa strategi untuk memastikan kebutuhan uang kecil maupun besar dari masyarakat tetap terjaga.
“Salah satu bentuk strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan kas keliling wholesale di kota dan kabupaten wilayah Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.
“Tercatat, kami sudah melakukan kas keliling di 6 kota atau kabupaten seperti Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Morotai, dan Kota Tidore Kepulauan,” sambung Hario.
Di samping kegiatan kas keliling, BI juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menukar uang di loket Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara setiap hari Kamis pada jam operasional atau di kantor bank umum terdekat. Di mana terdapat 64 jaringan kantor cabang bank umum yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.
“Beberapa strategi ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan uang dalam jumlah serta nominal yang mencukupi, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan kondisi uang rupiah yang layak edar di masyarakat,” tandas Hario.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.