Tandaseru — Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara menyiapkan kebutuhan uang di Malut sebanyak Rp 1,73 triliun.

Seiring menurunnya tren pandemi Covid-19 pada kuartal III tahun 2021, arus uang keluar (outflow) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara telah mencapai Rp 1,94 triliun atau meningkat 9% secara year on year (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Hario Kartiko Pamungkas, mengungkapkan Uang Pecahan Besar (UPB) mendominasi outflow dengan total mencapai Rp 1,83 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 11%, sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) turun sebesar 6%.

Peningkatan outflow ini lantaran telah dilonggarkannya akses transportasi sehingga mobilitas masyarakat semakin tinggi yang secara tidak langsung memicu transaksi kegiatan ekonomi di masyarakat.

“Hal ini tentu berbeda dari tahun 2020, di mana outflow turun sebesar 4% karena adanya pembatasan mobilitas yang secara tidak langsung mempengaruhi turunnya daya beli masyarakat dan permintaan akan uang,” kata Hario di Ternate, Senin (29/11).

Kenaikan outflow pada kuartal III sendiri berimbas pada kenaikan arus uang masuk (inflow) sebesar 16% (yoy). Hal tersebut mengindikasikan bahwa geliat ekonomi masyarakat melalui transaksi uang kartal mulai kembali normal.

Sementara memasuki penghujung tahun 2021, kebutuhan uang dalam menyambut momentum Nataru berdasarkan proyeksi dari kebutuhan perbankan di wilayah Provinsi Maluku Utara tahun 2021 adalah sebesar Rp 1,03 triliun atau naik sebesar 17%.