Ia bilang, sejak listriknya diputuskan pemdes tak pernah datang lagi untuk berkoordinasi terkait langkah selanjutnya. Karena itu warga pun tak tahu harus bagaimana.

Kondisi ini membuat kesal warga. Sebagian bahkan sudah merusak meteran listrik di rumahnya sendiri.

“Dong marah jadi potong-potong itu meteran listrik,” tutur Eren.

Ia berharap DPRD bisa mengambil langkah membantu rakyatnya.

“Cuma harapan satu-satunya itu saja, penerangan. Bapak rakyat tolong bantu kami,” pintanya.

Camat Kecamatan Pulau Rao, Laurina Maarontong, yang coba dikonfirmasi terpisah tak memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.