“Provinsi Malut mencatatkan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di Indonesia pada triwulan III 2021, sebesar 11,41%. Angka tersebut berada di bawah Provinsi Papua 14,54% dan di atas Sulawesi Tengah 10,21%,” ujar Hario di hadapan para peserta acara.
Hario juga menjelaskan bahwa capaian tersebut tak lepas dari perkembangan industri smelter dan pemurnian nikel di Halmahera Selatan, yaitu perusahaan HARITA Group yang memproduksi feronikel dan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku baterai mobil listrik. Menurutnya, perusahaan tersebut berkontribusi meningkatkan perekonomian Provinsi Malut.
Donald J. Hermanus mengucapkan terima kasihnya kepada BI Malut yang telah memberikan penghargaan kepada HARITA Group. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pelaku usaha agar dapat terus berkontribusi bagi perkembangan ekonomi daerah dan negara.
“Saya merasa terhormat dan bangga. Semoga dengan adanya penghargaan ini, hubungan antara HARITA Group dan BI Malut semakin baik sehingga dapat terus bersinergi dalam membangun ekonomi,” harap Donald.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.