Menurutnya, waktu pungutan suara sangat berdekatan dengan perayaan Natal bagi umat kristen.

“Dapat menciderai makna perayaan Natal bagi seluruh umat kristiani di Kabupaten Pulau Morotai,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, protes ini disuarakan sejumlah organisasi kristen di Kabupaten Pulau Morotai. Mereka di antaranya GAMKI, GMKI, PMK dan GMNI.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Morotai, Marwan Sidasi, yang dikonfirmasi terpisah belum terhubung hingga berita ini ditayangkan.