Tandaseru — Almarhum Sultan Tidore Zainal Abidin Sjah tak masuk dalam daftar tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Hal ini membuat Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Capt. Ali Ibrahim angkat bicara.
Ali menjelaskan, sejauh ini Pemerintah Kota Tidore Kepulauan belum mendapatkan kejelasan terkait tidak lolosnya Sultan Zainal Abidin Sjah.
Untuk itu, Ali berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan keterangan jelas atas tidak lolosnya Sultan Zainal Abidin Sjah sebagai Pahlawan Nasional.
Wali Kota dua periode itu menegaskan, Sultan Zainal Abidin Sjah sangat layak diberi gelar Pahlawan Nasional. Sebab, peran almarhum sangat besar untuk Indonesia, salah satunya terkait masuknya Papua sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Ali, adanya Indonesia karena jasa Sultan Zainal Abidin Sjah.
“Pada waktu itu Sultan Zainal ditanya gabung ke Indonesia atau bikin negara sendiri. Sultan lebih memilih menyerahkan Irian Barat bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujar Ali, Jumat (29/10).
Atas jasa besar Sultan Zainal Abidin Sjah, Ali berharap pemerintah dapat menghargai jasa almarhum.
“Negara harus menghargai jasa dari Sultan Tidore Zainal Abidin Sjah, karena tanpa Tidore tidak ada Indonesia,” tambahnya.
Ali juga mengimbau masyakat Kota Tidore Kepulauan tetap mendukung upaya Pemerintah Kota Tidore memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Zainal Abidin Sjah.
Sekadar diketahui, empat tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional tahun ini adalah almarhum Tombolotutu (tokoh dari Sulawesi Tengah), almarhum Sultan Aji Muhammad Idris (tokoh dari Kalimantan Timur), almarhum Aji Usmar Ismail (tokoh dari DKI Jakarta), serta almarhum Raden Arya Wangsa Kara (tokoh dari Banten).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.