Massa aksi juga berharap pemerintah melakukan penataan pasar dan menyediakan tempat yang layak bagi pedagang, meminta Direktur PDAM segera membayar hak pensiunan karyawan, serta mendesak Direktur PDAM memperkerjakan kembali karyawan yang dirumahkan dan membayar gaji karyawan tersebut.

Refleksi Sumpah Pemuda mahasiswa si Ternate. (Tandaseru/AYA K)

Setelah menggelar aksi selama beberapa jam, ratusan mahasiswa itu kemudian ditemui Sekretaris Daerah Kota Jusuf Sunya.

Di hadapan massa aksi, Jusuf menegaskan beberapa poin tersebut akan segera menjadi catatan penting bagi pemerintah kota, terutama persoalan sampah.

“Ini sudah menjadi komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota, di mana mereka berupaya mendorong penanganan sampah. Sampah ini menjadi perhatian Pemkot. Ini menjadi isu sentral masalah perkotaan, dan perlu penataan dan tata kelola sampah dengan baik,” ujar Jusuf.

Selain itu, mantan Kadisnaker itu juga menyebutkan mengenai masalah pasar. Ia berjanji tetap melakukan penataan pasar dengan wajah yang indah dan bersih.

“Kondisi Covid-19 kita keluarkan mereka berjualan di luar. Kalau angka Covid-19 sudah mulai menurun maka kita kembalikan ke tempat semula dan perbaikan beberapa fasilitas,” jelasnya.

Sementara untuk masalah PDAM, Jusuf mengaku akan mencari jalan keluar yang terbaik.

“Kita berupaya mencari direksi dan dewan pengawas yang memahami tata kelola air, kapabilitas dan memiliki kemampuan, sehingga permasalahan air di Ternate dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, aksi yang berlangsung dari pagi hingga sore itu berjalan aman dan tertib. Para mahasiswa dikawal ketat pihak kepolisian serta Satpol PP.