Tandaseru — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Imam Makhdy Hassan mengakui jumlah kepala sekolah di Kabupaten Halmahera Barat yang memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) lebih sedikit dibandingkan sekolah.

Menurut Imam Makhdy, hal tersebut merupakan salah satu persoalan pendidikan di Halbar.

“Jadi kepsek yang memiliki NUKS dengan sekolah itu tidak seimbang, sekolah lebih banyak,” tuturnya, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan, meski jumlah guru yang memiliki NUKS ikut digabungkan dengan para kepsek ber-NUKS, tetap belum bisa menutupi banyaknya jumlah sekolah di Halbar.

“Memang tidak mencukupi, karena yang ber-NUKS sendiri masih sedikit untuk di Halbar,” bebernya.

Imam Makhdy bilang, ia akan tetap menilai para kepsek yang sudah memiliki NUKS. Misalnya sudah dua periode memimpin sekolah namun tidak menunjukkan kemampuan manajerial yang mumpuni dan tidak mampu mengelola sekolah maka tetap menjadi catatan baginya.

“Jadi tidak harus dia punya NUKS terus dia menduduki kepala sekolah, tidak. Itu (NUKS, red) hanya sebagai salah satu syarat, pada intinya manajerial kepala sekolah itu,” pungkasnya.