Tandaseru — Komunitas Teras mewanti-wanti Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, akan ancaman banjir bandang yang mengintai sejumlah desa di Kecamatan Sahu. Salah satu desa yang paling nyata terancam adalah Balisoan Utara.

Agrist Nyong, Ketua Komunitas Teras, kepada tandaseru.com mengungkapkan, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Halbar beberapa waktu belakangan telah mengakibatkan banjir di Balisoan Utara. Ini bukan insiden pertama kalinya.

“Beberapa rumah warga pun terancam hanyut terbawa banjir. Hal ini diakibatkan oleh pembuatan talut yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang tidak diselesaikan sampai hari ini. Talut tersebut dibiarkan terbengkalai sehingga terjadilah pengikisan dan erosi tiap kali datangnya banjir,” ungkapnya, Sabtu (11/9).

Semakin tinggi intensitas hujan, kata Agrist, semakin habis pula lokasi rumah warga yang berada tidak jauh dari talut tersebut. Salah satu warga yang rumahnya terancam ialah Anus Djiko.

“Jarak dari rumah ke talut hanya tinggal kurang lebih 3-5 meter. Awalnya di samping rumah Bapak Anus terdapat jalan setapak yang menjadi tempat bagi pejalan kaki setiap kali pergi ke kebun, sedangkan lokasi talut pun masih berjarak cukup jauh dengan talan setapak tersebut. Namun ketika pemerintah mulai melakukan penggusuran/penggalian yang konon katanya untuk pembuatan talut yang lebih besar, justru inilah yang menjadi awal mula bencana, karena lubang bekas penggalian tersebut dibiarkan begitu saja. Dan sekarang, jalan setapak tersebut pun telah longsor. Sekarang ini warga tidak bisa tidur nyenyak kalau turun hujan,” bebernya.

Bukan hanya jalan setapak yang habis dikikis banjir, beberapa lokasi kebun kelapa dan pala milik warga juga turut hanyut terbawa banjir dan longsor. Erosi yang terus menerus terjadi, sambung Agrist, sangat berbahaya dan menjadi ancaman serius bagi warga Desa Balisoan Utara.

“Jika dihitung-hitung, jarak rumah warga yang hanya 3-5 meter sedangkan tinggi aliran banjir pada talut rata-rata 4-7 meter ditambah dengan beban pada permukaan tanah, kemudian ditarik sudut antara jarak rumah ke batas aliran banjir, maka dipastikan rumah warga akan jatuh akibat daya lapisan tanah yang tidak lagi sanggup menahan beban dan erosi tersebut,” jabarnya.