“Awalnya ini desa transmigrasi PT SP2 Nakamura yang kemudian dimekarkan menjadi desa dengan jumlah populasi orang Jawa sebanyak 15 KK,” ujar Ahmad yang juga mantan Kepala Desa Nakamura, Minggu (11/9).
Untuk menamai Desa Nakamura, kata Ahmad, sekitar tahun 2012 para tokoh desa duduk bersama untuk menyepakati nama.

“Saya lupa hari dan tanggalnya, namun yang hadir saat itu adalah tokoh agama dan masyarakat. Kita sepakat dengan nama desa adalah Nakamura,” ungkapnya.
“Alasan diberikan nama Desa Nakamura, karena ini juga salah satu tempat peperangan Jepang dan tempat persembunyian Nakamura itu tidak jauh dengan desa ini,” tuturnya.
Ahmad mengatakan, mata pencaharian warga di Desa Nakamura adalah di sektor pertanian. Dengan topografi tanah yang datar, dahulu lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat pendaratan tentara Jepang. Bahkan awal masyarakat setempat mendatangi lokasi tersebut masih terdapat banyak sisa-sisa peninggalan perang.
“Rata-rata warga di sini adalah petani rica (cabai, red) dan tomat, karena selain lahannya luas dan datar, juga tanahnya subur,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.