Tandaseru — Antisipasi peredaran narkoba di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Dengan begitu keberadaan benda terlarang itu tidak berdampak pada keberlangsungan kehidupan generasi Halbar di masa depan.

Karena itu, diperlukan peran semua pihak, baik unsur pemda, pihak keamanan dan warga untuk terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Hal ini diungkapkan Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Maluku Utara, Hairuddin Umaternate saat melakukan kunjungan ke Pemda Halbar, Rabu (4/8).

Dalam kunjungan tersebut Hairudin diterima Bupati James Uang didampingi Wakil Bupati Djufri Muhamad dan Sekretaris Daerah Syahril Abd. Rajak.

Menurut Hairudin, BNNP tengah menggarap program terobosan Halbar Tanggap Ancaman Narkoba untuk mewujudkan Halbar yang Bersinar (Bersih Narkoba).

Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Halbar merupakan wilayah penyangga yang cukup rawan peredaran gelap narkoba.

Wakil Bupati Djufri Muhamad dan Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Maluku Utara, Hairuddin Umaternate. (Istimewa)

“Di momen hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2021 ke-76 ini harus jadi momen yang penting mencegah peredaran gelap narkoba,” jelasnya.

“Dalam pencegahan, ini menjadi tanggung jawab bersama menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba demi keberberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan,” lanjut Hairudin.

BNNP Malut juga telah melakukan konsultasi Naskah Perjanjian Kerja sama dengan Pemda Halbar untuk dapat ditindaklanjuti penandatanganannya dalam waktu dekat.

Dalam Rapat juga disepakati Tim Kotan Kabupaten Halbar dan draft Rencana Aksi Daerah yang salah satunya merupakan tindaklanjuti perjanjian kerja sama ditandatangani.

“Melihat antusiasme stakeholders daerah dalam program Kotan ini, saya optimis untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten Halbar Bersih Narkoba,” pungkas Hairudin.