Tandaseru — Memasuki triwulan III 2021, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, baru menyelesaikan pembayaran tiga lahan untuk pengembangan infrastruktur.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Halbar, Demianus Sidete mengungkapkan, ketiga lahan yang terbayarkan tuntas angkanya mendekati Rp 1 miliar yakni pembebasan lahan Pasar Dodinga Jalilolo Selatan Rp 400 juta, lahan PLN Kedi Kecamatan Loloda Rp 200 juta dan lahan puskeswan Rp 180 juta lebih.
“Itu diselesaikan waktu masih awal tahun kemarin, belum ada edaran soal refocusing anggaran. Sekarang ini ada penyesuaian anggaran, saya belum tahu pasti apa anggaran pembebasan juga masuk dalam refocusing atau tidak,” ungkap Demianus, Rabu (4/8).
Ia menuturkan, lahan lain yang belum dibebaskan pemda terhitung masih banyak. Diantaranya sisa lahan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gufasa Kecamatan Jailolo senilai Rp 2 miliar lebih, PLN Barataku Kecamatan Loloda Tengah, lahan Puskesmas Kedi Kecamatan Loloda, kemudian lahan upacara di wilayah Desa Tabaru serta tujuh lahan untuk bak penampungan air minum di enam Desa Hamente, Kecamatan Sahu Timur.
“Kalau untuk keseluruhan anggaran secara total yang dianggarkan dalam 2021 Rp 6 miliar, yang terealisasi baru mendekati Rp 1 miliar dan lainnya belum. Namun sudah dilakukan permintaan di Keuangan,” pungkas Demianus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.