“Realisasi pengeluaran pembiayaan terdiri dari pinjaman BLUD sebesar Rp 13.590.107.500,00 dan realisasi atas pinjaman yang berasal dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 45.799.949.700,00,” urainya.

Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp 23.466.688.500,00 untuk pembayaran utang pada Bank Mandiri tahun 2019. Pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai operasional BLUD sampai dengan pembayaran klaim BPJS.

“Kenaikan aset pada neraca per 31 Desember 2020 dapat dijelaskan sebagai berikut: Penurunan Aset Lancar, Penurunan Investasi Jangka Panjang, Penambahan Aset Tetap tahun 2020 dan Penambahan Aset Lainnya,” tandas Wagub.