“Namun pada intinya, kami sangat berharap agar proses pendataan ini bisa berjalan lancar dan sukses. Kami juga berharap agar para kader bisa melakukan pendataan secara baik dan maksimal, agar mendapatkan data yang valid dan akurat,” ucapnya.
Ia menyebutkan, proses pendataan ini sangat penting untuk pembangunan akan datang. Sebab, dengan adanya data ini pemerintah bisa merumuskan suatu kebijakan atau program. Taufik mengaku saat ini seluruh pemerintah menunggu hasil pendataan tersebut untuk merumuskan suatu kebijakan.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. Ali Ibrahim menegaskan bahwa kendala yang terkait dengan jaringan lokal nanti ditindaklanjuti melalui dinas terkait untuk mencari solusi bersama.
“pada intinya saya akan memaksimalkan untuk menambah kapasitas dalam pendataan dalam rangka pelayanan-pelayanan untuk ke depan dan saya juga terus fokus dengan semua program termasuk mengenai kesehatan,” tegas Ali.
Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Tikep, Abdul Rasyid Abdul Latif menjelaskan bahwa penginputan pendataan PK21 di Tikep melalui aplikasi sudah 13,12 persen. Angka ini menjadikan Tikep urutan pertama di Maluku Utara.
“Kalau pendataan lewat formulir sudah capai 64,39 persen, insya Allah sampai 31 Mei kami bisa capai target 100 persen,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.