“Iya gaji dibayar selama ini menggunakan silpa,” aku Ahmad.

Ia menjelaskan, pada pertemuan antara Badan Anggaran (Banggar) dengan TAPD telah mendapatkan titik temu soal penyesuaian program kegiatan guna memenuhi perintah refocusing sebesar 8 persen itu.

“Jadi total yang harus di-refocusing sebesar 8 persen itu Rp 40 miliar lebih, plus Rp 16 miliar lebih yang sudah dibuka otomatis oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Ahmad bilang sudah melakukan penyesuaian program kegiatan yang hendak di-refocusing anggarannya.

“Jadi ada beberapa kegiatan yang harus kita bintangi (tunda, red), insya Allah di APBD Perubahan baru kita dorong kembali,” kata dia.

Sementera Ketua TAPD Tikep, M. Miftah Baay saat dikonfirmasi usai rapat dengan Banggar juga mengatakan hal yang sama. Miftah mengaku refocusing akan disampaikan paling lambat Jumat atau Senin.

Pj Sekretaris Daerah Tikep itu mengaku refocusing itu diperuntukkan bagi vaksinasi.

“Yang berikut soal insentif tenaga kesehatan, pemulihan ekonomi, tetapi pemulihan ekonomi ini dikucurkan untuk kelurahan, karena di desa sendiri sudah ada dananya tersendiri untuk pemulihan ekonomi itu,” tandas Miftah.